Waspada! DBD Ancam Samarinda

Pengasapan untuk membasmi nyamuk (Fogging) diharapkan bisa mencegah DBD di Samarinda.
Pengasapan untuk membasmi nyamuk (Fogging) diharapkan bisa mencegah DBD di Samarinda.
Photo: Ist

mySAMARINDA.com - 21/02/2014 07:25 WITA
Mengantisifasi meluasnya kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menunjukan indikasi peningkatan dalam beberapa waktu terakhir ini, Wakil Walikota Nusyirwan Ismail mengajak kepada seluruh warga Samarinda untuk mewaspai dengan cara perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.


"Walaupun pemerintah memang tidak tinggal diam karena sejauh ini melalui dinas kesehatan sudah dilakukan fogging, sosialisasi, edukasi dan lain sebagainya namun yang paling menentukan adalah kewaspadaan masyarakat itu sendiri," imbuh wawali melalui awak media di ruang kerjanya kemarin (20/2).


Ia memberi pengertian bahwa fogging bukanlah satu-satunya cara efektif untuk memberantas sarang nyamuk penyebab penyakit yang bisa berujung pada kematian ini, melainkan harus didukung budaya hidup sehat masyarakat. "Lakukan kegiatan bersih rumah dan lingkungan dengan pola 3M dan jadikan itu sebagai kebiasaan apalagi dalam situasi seperti ini," ujarnya.


Selanjutnya bila ada warga mengalami demam yang mengarah pada gejala DBD Nusyirwan juga mengingatkan agar segera meminta pertolongan kepada puskesmas terdekat dan melapor kepada apihak kelurahan setempat. "Puskesmas dalam hal ini juga harus menanggapi secara cepat," tegasnya.


Bagaimana mengenali tanda-tanda DBD itu sendiri, Kepala DKK drq Nina Endang Rahayu dikesempatan sama menyebut ditandai dengan demam panas tinggi selama 3 hingga 5 hari berturut.


"Biasanya memang penderita baru akan dibawa pada hari ketiga sementara diagnosa memang baru bisa dilihat pada hari kelima, sementara pasien tidak dibawa kembali makanya disinilah sering terjadi keterlambatan," jelas Nina.


Sebagai tindak lanjut bila adanya kasus disebut Nina DKK telah membuka layanan informasi via SMS dengan format DBD spasi nama penderita spasi alamat spasi kelurahan spasi nama rumah sakit spasi nomor regestrasi tempat rumah sakit menginap kirim ke nomor 08115834118.


"Dengan adanya informasi dari masyarakat DKK akan bisa menindaklanjuti ke rumah sakit, karena harus dibedakan mana yang DBD mana yang demam biasa," pungkasnya. (Hms)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved