Samarinda Harus Atur Minimarket Sejak Dulu

Letak yang berada di pemukiman warga minimarket modern ini dianggap dapat matikan usaha pedagang kecil. Hal ini diakibatkan adanya perbedaan harga yang jauh dan daerah sebaran yang tidak terkontrol.
Letak yang berada di pemukiman warga minimarket modern ini dianggap dapat matikan usaha pedagang kecil. Hal ini diakibatkan adanya perbedaan harga yang jauh dan daerah sebaran yang tidak terkontrol.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 13/03/2014 06:32 WITA
Menjamurnya minimarket waralaba seperti Indomaret, Alfamidi dan Eramart di Samarinda rupanya juga menjadi perhatian pengamat ekonomi Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi.


Menurutnya, Pemkot Samarinda memang tak dapat melarang beredarnya mini market tersebut, namun untuk mengatur keberadaannya Pemkot punya wewenang.


"Pemkot memang wajib mengatur tata letak dan juga jumlah mini market yang harus masuk di Samarinda. Kalau bisa, pemkot mengaturnya sesuai dengan jumlah penduduk dalam satu kecamatan dan tidak bersebelahan dengan pasar tradisional," papar Aji Sofyan kepada MySAMARINDA.


Dengan mengguritanya dua ritel raksasa ini dan banyak dapat keluhan warga, Pemkot memang wajib untuk bersikap dan jangan berdiam diri. Memang tidak akan mampu Pemkot membendung arus globalisasi dengan melarang minimarket tersebut memasuki pasar Samarinda.


"Seharusnya, sejak mengurus izin masuk Pemkot sudah siapkan peraturan ini. Apalagi kini ritel itu bebas memilih lokasi operasi. karena bisa mematikan usaha pedagang kecil di sekitar," paparnya.


Ia menambahkan, hal ini sebenarnya juga terjadi di seluruh Indonesia juga. Sehingga, pihak Pemkot dapat belajar dari daerah lain tentang kebijakan yang diambil oleh beberapa daerah dalam mengatur keberadaan mini market tersebut.


"Untuk pembina perekonomian warga, sudah sepatutnya Pemkot mengatur keberadaan mini market tersebut itu agar tidak mematikan pedagang kecil. Di daerah lain juga banyak, namun mereka dapat mengaturnya dengan baik, terangnya.


Memang harus ada kajian ulang dari Pemkot Samarinda dan seluruh instansi terkait, mengenai keberadaan mini market itu. Apalagi Pemkot memang memiliki wewenang untuk mengatur letak dan jarak sebagai pemilik wilayah.


"Seperti, hanya boleh membuka gerai diruas jalan protokol saja atau di lokasi-lokasi tertentu. Intinya, itu harus dikaji lagi," pungkasnya. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved