Ganggu Pemandangan, Minta Agar Dirapikan
Kelurahan Tegur Tumpukan Barang Bekas

Tumpukan barang bekas di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang ini membuat kesan kumuh semakin kentara. Pihak Kelurahan Bukit Pinang juga sudah memberikan teguran dan meminta pemilik tumpukan untuk merapikan.
Tumpukan barang bekas di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang ini membuat kesan kumuh semakin kentara. Pihak Kelurahan Bukit Pinang juga sudah memberikan teguran dan meminta pemilik tumpukan untuk merapikan.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 30/03/2014 18:11 WITA
Pada kawasan Jl Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu terutama di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang banyak terlihat tumpukan barang bekas. Untuk itu pihak Kelurahan Bukit Pinang memberikan teguran kepada para pemilik tumpukan barang bekas tersebut agar bisa dirapikan.


Lurah Bukit Pinang, Sukarmin mengatakan, bahwa pihaknya sudah memberikan teguran baik secara lisan maupun tertulis kepada para pemulung dan pengumpul barang bekas tersebut. Pasalnya, tumpukan barang bekas tersebut sangat merusak pemandangan, apalagi kawasan Bukit Pinang merupakan salah satu pintu gerbang Kota Tepian.


"Kami sudah tegur dan meminta agar tumpukan barang bekas tersebut dapat dirapikan lagi. Paling tidak orang yang menuju Samarinda tidak disuguhkan pemandangan yang tak sedap dan terkesan kumuh itu," ucap Sukarmin, kepada MySamarinda.


Ia menambahkan, pihaknya juga meminta bantuan ketua RT setempat untuk mengingatkan agar tumpukan barang bekas tersebut dapat dirapikan. Apalagi teguran yang diberikan ini sudah cukup sering dan sudah lama dilakukan.


"Tapi tetap dicueki. Kami tak melarang untuk berusaha mengumpulkan barang bekas, namun kami minta tolong ditata. Buat lebih nyaman dilihat dan kalau bisa jangan persis di tepi jalan, supaya tak mengganggu keindahan," imbuhnya.


Tepi jalan sekitaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang tersebut, jadi tempat tumpukan barang bekas. Karung-karung berisi barang bekas milik pemulung ditumpuk dan jelas terlihat. Walau dimasukan karung, tetap saja tak nyaman dilihat mata.


"Itu masalah lama dan sudah sering kami tegur, tapi tak pernah digubris. Nyatanya tetap saja banyak yang masih menumpuk barang bekas di sana," pungkas Sukarmin. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved