Verifikasi Honorer K2 Berlangsung Hingga Juni

Hermanus Barus, Kepala Itda Samarinda mengaku telah menerima pengaduan.
Hermanus Barus, Kepala Itda Samarinda mengaku telah menerima pengaduan.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 24/04/2014 19:26 WITA
Tim verifikasi tenaga honorer Kategori 2 (K2), yang terdiri dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Samarinda, Inspektorat Daerah (Itda) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) saat ini sedang melakukan verifikasi dan ditargetkan Juni mendatang akan selesai. Demikian yang dikatakan oleh Kepala Itda Samarinda, Hermanus Barus, kepada MySamarinda.


"Ada sekitar 500 orang yang lulus menjadi PNS, nah dalam tahap verifikasi ini kami akan fokus pada 150 dokumen yang ada pengaduannya. Tetapi kedepannya kami juga memverifikasi seluruh dokumen honorer K2 yang lainnya," ucap Hermanus, sore kemarin.


Ia menjelaskan, melalui ketentuan dalam PP 48 Tahun 2005 Jo PP 56 tahun 2012 tentang pengangkatan Honorer Menjadi CPNS. Bahwa seseorang dapat masuk menjadi honorer K2 jika telah bertugas minimal satu tahun sebelum tanggal 31 Desember 2005, sehingga TMT (Terhitung Mulai Tanggal) harus sebelum tanggal 31 Desember 2004.


"Kami terus memeriksa dokumen-dokumen tersebut. Dari aduan yang ada, kebanyakan mengubah data TMT dan SK awal tersebut," paparnya.


Dalam proses verifikasi tersebut, tim ini melakukan pemeriksaan terhadap dokumen berupa Surat Keputusan (SK) pengangkatan hononer, daftar hadir, daftar gaji dan juga ijazah. Dimana pemalsuan yang dilakukan, kebanyakan dengan memanipulasi tanggal awal kerja yang tertera dalam SK.


"Aduan yang datang kepada kami, para honorer yang bermasalah ini mengganti tanggal SK mereka sehingga dapat masuk menjadi honorer K2 yang lebih besar kesempatannya menjadi pegawai (PNS)," tuturnya.


Selain itu, honorer K2 yang mengaku telah melakukan pemalsuan data, tim verifikasi akan langsung mencoret dari daftar yang diusulkan untuk diangkat menjadi PNS. Pihaknya juga siap bertindak tegas dengan membatalkan dan menolak pemberkasan pegawai honorer yang lulus dan tidak sesuai kriteria.


"Jika ada yang terbukti bermain, kami akan berikan hukuman administrasi maupun pidana kepada pelaku. Apalagi Kejari juga bagian dari tim ini," pungkasnya. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved