Imbas Penutupan Lokalisasi Terbesar di Asean
Samarinda Cegah PSK Eks Dolly Hijrah ke Kota Tepian


Penutupan Gang Dolly di Surabaya, dikhawatirkan membuat eks PSK dilokalisasi terbesar di Asean itu hijrah ke kota besar lainnya di Indonesia.Penutupan Gang Dolly di Surabaya, dikhawatirkan membuat eks PSK dilokalisasi terbesar di Asean itu hijrah ke kota besar lainnya di Indonesia.
Photo: net


Salah satu gambaran lokalisasi di kota Surabaya dan kini Pemkot Surabaya secara resmi telah menutup lokalisasi gang dolly.
Salah satu gambaran lokalisasi di kota Surabaya dan kini Pemkot Surabaya secara resmi telah menutup lokalisasi gang dolly.
Photo: net

mySAMARINDA.com - 20/06/2014 08:55 WITA
Pemerintah kota Surabaya akhirnya resmi menggelar deklarasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak di tengah protes warga dan para pekerja seks komersial (PSK), pada Rabu malam (18/06).


Dikutip dari BBC, deklarasi penutupan lokalisasi dibacakan oleh lebih 100 warga dari kelurahan yang menjadi tempat lokalisasi Putat Jaya, Sawahan.


Setelah pembacaan deklarasi, yang juga dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dibagikan secara secara simbolis bantuan keuangan yang diterima perwakilan warga dan PSK. Dolly sendiri sejak dulu dikenal sebagai pusat prostitusi terbesar se-Asia Tenggara.


Walikota Surabaya Tri Rishmaharini mengatakan pemberian kompensasi akan dilakukan kepada para PSK di lokalisasi selama lima hari, mulai Kamis (19/06). "Kita lihat kemajuannya nanti setelah pembagian. Ada waktu lima hari, kalau mereka tidak ambil kita kembalikan ke kementerian dan ke gubernur," kata Risma.


Disisi lain, Dinas Sosial Kota Samarinda akan menindak keras dan memberikan sanksi penutupan, kepada sejumlah pengelola wisma tempat prostitusi di sejumlah lokalisasi di Samarinda yang menampung eks pekerja seks komersial Gang Dolly Surabaya. Hal itu menyusul penutupan Gang Dolly oleh Pemerintah Kota Surabaya.


Sebagian PSK menolak dan melakukan aksi protes soal penutupan lokalisasi Dolly. Mereka beranggapan, biaya kompensasi terlalu kecil.
Sebagian PSK menolak dan melakukan aksi protes soal penutupan lokalisasi Dolly. Mereka beranggapan, biaya kompensasi terlalu kecil.
Photo: net

Kepala Dinsos Kota Samarinda H Hermanto mengatakan, peluang pindah eks pekerja seks komersial Gang Dolly ke Samarinda sangat besar, mengingat jaringan mucikari antar daerah seperti Surabaya dan Samarinda masih berhubungan.


"Saya sudah peringatkan mereka (pengelola wisma), apalagi Samarinda dinilai merupakan daerah yang berkembang dan kehidupan masyarakatnya royal, sehingga peluang pekerja seks komersial untuk pindah sangat besar. Jika melanggar, ada sanksi penutupan," ungkapnya.


Dinas Sosial sendiri akan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Samarinda berupaya terus melakukan pencegahan dan monitoring terhadap sejumlah lokalisasi di Samarinda.


Dari data yang dimiliki Dinsos, setidaknya ada 239 oang pekerja seks komersial yang bekerja di beberapa wisma lokalisasi Loa Hui, Solong sebanyak 350 orang dan Bayur terdata 150 orang. (cil/bbc/kk)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved