Selama Ramadhan, Sudah 12 Gepeng Terjaring Razia di Samarinda

Tak jera, beberapa gepeng yang terjaring razia oleh Satpol PP dan Dinas Kesejahteraan Sosial kebanyakan pemain lama dan berasal dari luar daerah.
Tak jera, beberapa gepeng yang terjaring razia oleh Satpol PP dan Dinas Kesejahteraan Sosial kebanyakan pemain lama dan berasal dari luar daerah.
Photo: Ist

mySAMARINDA.com - 25/06/2015 20:33 WITA
Pelaksanaan penertiban bagi gelandangan, pengemis serta anak jalanan (gepeng/anjal) dalam rangka bulan Ramadhan di Kota Samarinda membuat Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Samarinda kembali mengadakan kegiatan rutin gabungan dengan Satpol PP, Kepolisian, Tagana serta instansi terkait.


Kegiatan yang dimulai sejak Senin (22/6) lalu diberbagai titik Kota Samarinda seperti di disimpang Pasar Pagi, simpang H Darjad, simpang Lembuswana, simpang tiga muara dan lainnya, membuat 12 anjar terjaring. Namun, ironisnya masih banyak pemain lama yang sudah berulang kali tertangkap yang berasal dari luar Samarinda.


"Sebenarnya program ini sudah menjadi agenda tahunan yang diadakan Dinas Kesejahteraan Sosial dengan tujuannya hanya sebagai pembelajaran para gelandangan agar tidak mengulangi lagi atau membuat efek jera," ucap Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial, Lilydya S.


"Saya sangat mendukung kegiatan ini karena selain tertuang dalam Perda No. 16 Tahun 2002 juga untuk ikut membangun Kota Samarinda lewat Dinas Sosial serta tak lupa terima kasih kepada seluruh instansi terkait yang ikut terlibat. Jumlah yang terjaring bukanlah target utama," timpal Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Samarinda, Suryawan Atmadja.


Setelah terjaring para gepeng dan anjal sebelum masuk dalam persidangan, lalu diberikan bimbingan mental sosial di Panti Sosial Bina Remaja Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini dilakukan agar mereka punya rasa jera dan tak mengulangi lagi pekerjaan seperti meminta-minta atau mengamen di persimpangan jalan.


Selain mengganggu pemakai jalan umum kegiatan yang dilakukan para anjal dan gepeng ini juga sangat berbahaya untuk keselamatan yang sudah diatur dalam Perda Kota Samarinda No. 16 Tahun 2002 tentang Penertiban dan Penanggulangan Anjal dan Gelandangan Dalam Wilayah Samarinda. "Semoga dari kegiatan ini keberadaan gepeng atau anjal bisa di tekan serta bisa dibina untuk menjadi yang lebih bermanfaat lagi," harap Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi, Gumantoro. (*/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved