Pengumuman Ditunda, Kemungkinan Verifikasi Ulang
Kota Samarinda Masih Berhasrat Rebut Adipura

Taman Cerdas di jalan S Parman, Samarinda Ulu ini menjadi salahsatu daya tarik bagi masyarakat menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga.
Taman Cerdas di jalan S Parman, Samarinda Ulu ini menjadi salahsatu daya tarik bagi masyarakat menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga.
Photo: arbie/skyscrapercity

mySAMARINDA.com - 29/06/2015 00:39 WITA
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menunda mengumumkan penghargaan Adipura untuk Pemerintah Kabupaten dan Kota tahun 2014-2015. Biasanya penghargaan ini diumumkan tiap bulan Juni setiap tahunnya.


Diungkapkan Suko Sunawar selaku Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, penundaan ini dikarenakan momen peringatan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni, sekaligus dirangkai dengan pemberian penghargaan Adipura, tidak dapat dilakukan karena berbenturan dengan masuknya bulan Suci Ramadhan.


Sehingga pemberian penghargaan ini rencanakan akan dilakukan bersamaan dengan perayaan hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus mendatang. Alhasil, peluang kota Samarinda untuk meraih penghargaan Adipura dinilai masih terbuka lebar. "Tak menutup kemungkinan ada verifikasi ulang dari tim penilai Adipura," tambahnya lagi.


Suko berharap dengan mundurnya pemberian penghargaan tadi setidaknya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh stakholder untuk membuka peluang Samarinda agar bisa kembali meraih Adipura setelah lebih dari satu dekade tidak teraih. Apalagi, peluang verifikasi ulang yang diberikan tim penilai piala Adipura merupakan hal yang jarang terjadi.


"Jadi apabila tim penilai memberi kesempatan ulang untuk evaluasi tahap dua, itu artinya Samarinda masih dianggap sangat layak untuk meraih adipura," papar Suko.


Dirinya juga menyarankan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan yang menjadi objek titik pantau penilaian adipura kali ini. Dengan upaya fokus terhadap pembenahan pada titik yang menjadi penilaian seperti daerah pemukiman, jalan, pertokoan hingga taman kota. "Termasuk dengan tidak memanfaatkan kembali TPA Bukit Pinang yang telah ditutup," saran Suko.


Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini berasalan jika TPA tersebut masih menggunakan sistem open dumping, hal itu dikhawatirkan akan membuat penilaian berkurang karena tak ramah lingkungan. Apalagi, undang-undang sudah mengatur TPA harus memakai sistem sanitary landfill (tempat pemusnahan sampah yang berupa cekungan atau tanah yang digali dan digunakan untuk menimbun sampah), seperti yang telah dilakukan oleh TPA Sambutan.


"Jadi sekali lagi saya harapkan perhatian dari lembaga maupun intansi terkait, karena peluang kita untuk memperoleh penghargaan Adipura yang menjadi harapan selama ini masih ada," ungkapnya. (*/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved